----

Powered by BannerFans.com

rahma

RAHMA ANTIKA 09
zwani.com myspace graphic comments
Twitter BackgroundsTampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Februari 2011

AYAH

Suatu ketika, seorang anak wanita bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut dan badannya yang bungkuk, disertai suara batuk-batuk.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya:

"Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut dan badan Ayah kian bungkuk ?" Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku laki-laki, nak." Itulah jawaban ayahnya.

Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti, Ayah."

Jawaban ayahnya itu membuatnya tercenung penuh rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanitanya itu. Kemudian ditepuknyalah bahunya sambil berkata :

"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki."

Bisikan ayahnya tersebut membuat anak wanita itu bertambah bingung.

Karena penasaran, anak wanita itu menghampiri ibunya, lalu bertanya :

"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut dan badannya kian bungkuk ? Tapi Ayah sepertinya tidak mengeluh dengan keadaannya itu. Tidak ada keluhan dan rasa sakit."

Ibunya menjawab: "Anakku, seorang laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga memang akan mengalami hal demikian."

Hanya itu jawaban sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi sejauh ini dia tetap belum menemukan jawaban atas rasa penasarannya.

Hingga pada suatu malam, sang anak wanita itu bermimpi.

Dalam mimpi itu dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat yang merupakan jawaban atas rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan laki-laki, Aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga.

Dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi."

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan keperkasaannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari nafkah yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun mungkin dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya yang tidak puas atas hasil jerih payahnya itu."

"Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari. Demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup dan kedinginan karena tersiram hujan serta terterpa hembusan angin. Dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya. Yang selalu dia ingat adalah di saat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku-berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hidupnya dia diterpa keletihan dan kesakitan."

"Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha, berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya dalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal kasih sayangnya itu pula yang memberikan perlindungan rasa aman pada saat anak-anaknya tertidur lelap. Sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya. Istri yang baik adalah istri yang senantiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istrinya, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan di wajahnya untuk menjadi bukti bahwa laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikir dan tenaganya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup bahagia. Badannya yang bungkuk adalah bukti bahwa sebagai laki-laki yang bertanggung-jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya."

"Ku-berikan kepada laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki."

Terbangunlah anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa.

Ketika ayahnya berdiri, anak wanitanya itu merengkuh dan mencium telapak tangan ayanya.

"AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...

to All Fathers : "Jika anda mencintai ayah anda dan sekarang merasa sebagai seorang ayah, kirimlah cerita ini kepada orang lain, agar seluruh orang di dunia ini dapat mencintai dan menyayangi ayahnya dan mencintai kita sebagai seorang ayah.

Kepergianmu


Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

Kepada Seorang Ayah yang berbahagia

                                          Kepada Seorang Ayah yang berbahagia

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu

Senin, 31 Januari 2011

First Love.......

Morning dew still creeping stems, green leaves, the sun hiding behind clouds. But I've stood staring at the sky is still white. Today feels strange to me, usually at the moment I was still asleep on the mattress. But because the eye can not shut, forcing me to get some fresh air, eliminating the anxiety that always came to me.
I was nervous because of longing. Longing for home, longing for the family in the village, especially miss him. I went to town and leave them there. I wanted to meet him. He who has filled the recesses of my heart for seven years.
Under the tree I was sitting in front of the boarding house while enjoying the cool weather in the morning. Where people still do not want to release a beautiful dream, let alone this new four-hour, no one woke up like me.
Accompanied by a warm cappuccino I lost in fantasy that contains my memories with him. The man who first stopped at my heart and will probably be the last. He is two years older than me. We met when I was in junior high school. We always go home together because our house nearby. At first I did not have a sense with him, but because we often see at home and at school to make sense of this show. Our closeness was also because his father is my father's subordinates
At the time I go to a different high school with him, but after three months, I do not feel at home. Then my father told put me in the same school with him. He became happy because we could one school anymore. And we became more close. Then over time this relationship is known by my father. He was very angry. Indeed, the father does not agree that until I liked it. Upon hearing the news from school that we are often alone, father and ordered paid to give lessons to her. But that did not make it stop and see me. We also met secretly.
Voice call to prayer echoes brought me back to reality.
Huuh ... I'd love to meet him. But why did he not come, although he has promised will come Saturday. What happened to him?

"Lyza ... Lyza!" I hear people calling me.
"Yola ... what is it?" it turns out that one girl boarding with me come with panting breath.
"Lyz ... eng ... I want to say .. that ... Your mother is sick!"
"What? what it is, know where? "I was immediately surprised to hear my mother was sick.
"From the village, some call me. we are back home now! "he ordered.
"Strange, how come there are not that tell me?"
"Never mind, we are back home now anyway." Without waiting for my answer, Yola immediately pulled me back. Then we were rushed to the village.

Arriving in the village, I felt an anomaly in my boyfriend's house. Why stand up a blue tent? Yola happen to me and my boyfriend's house through the front and saw the front porch. When he saw me, he immediately ran into the house. My heart wondered why he was so strange.

Before arriving at home I met with my mother my boyfriend on the street. I was immediately asked him, what is the event at his home. Her mother immediately told me everything, and without realizing it I cry. Suddenly, my boyfriend came from the back. She apologized to me, he did not know what to do anymore. He also said if he really loves me. Then in front of his parents we hugged and wept together end of our story.
At home I immediately got angry abysmally. Both my parents were surprised to see me acting weird like that. Yola then told them the incident that he had been known before. My parents were advice to seek a more equal partner and more loyal. I really can not accept his decision.
I returned to town after they found out my mother's fine.

Since then, I become increasingly bizarre, often out of control my emotions, each saw something sharp, like durian for example, wanted to stick to my head.

My friends felt uncomfortable on my attitude, because all their male friends to the boarding house I always blow-scold them for no reason. Once my friends tied me up with a blanket on the chair because I was raging and suicidal.

Once upon a time there was a man who worked in mental hospitals around the boarding house, he's one of my friends. He saw me yelling at my friend for no reason, my attitude was understandable that my friends another. And when I slammed the door, she was surprised and asked what was wrong with the girl who caught his attention.

After knowing what my problem, he met me. I was angry with his presence without permission. Then he sprayed my face with water, he thought I was possessed. But when he was misunderstood, then he laughed. Then he took my hand, invited me to sit on the terrace. Suddenly I was out all the problems that burdened my heart and I cried in front of new people I knew. After finishing his story, he told me to wash myself and then took a shower eating meatballs in the vicinity. I do not know why that was beside me very calm and presence that made me forget all my problems.

A week later where I was back to normal, I got word that my ex-boyfriend will soon be married.

"Why, Lyza why can not the invitation," I asked in Yola.
"He knows you do not want to give, Lyz. Fear you're sick again. "But Randy, the man who last week took me to calm me even there
"no, lazily back and forth to get there."
"Why, scared? He said there is not sense anymore. "Therefore I am forced to go on the next to Dick wedding.

At the wedding, I was able to get my heart to take it off. As I shook hands with him, he cried. Then she saw Randy and told him to take care and do not ever hurt me. Actually, I still love her very much. But we are not fated to be together forever. Because anything that makes forced to marry someone who is not loved at all.

My father was the one who really did not like our relationship. time Dick could not see me on Saturday, the father found him and his family without my knowledge. Daddy curse she swore and scolded his father. Dad says if they do not deserve. Dad would appreciate a higher status than his father. Because his parents heartache and find another mate for him.
I also understand the circumstances that have to accept. And to forget my hand back all he has ever given me, including his poetry. That is why his wife surprised and asked me what gift I gave to him so that his wife should not be opened. Then finish with the problem immediately. He met and told him to show me a gift to his wife.

"For what is hidden, let see the gift to the wife's brother let him calm down, you do not want any more trouble between us." With a heavy heart, he showed a music box, necklace and so on his wife.
Since then, I rarely see her, but we still communicate as usual in the distance, until now.